PERTUMBUHAN DUNIA PENERBANGAN
INDONESIA DI ERA PRE-COVID 19
A. Pendahuluan
Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia telah menyabkan dampak yang sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi, kesehatan dunia maupun gelatan bisnis. Salah satu bisnis yang terdampak cukup parah yaitu layanan transportasi udara. Hal ini terjadi dikarenakan pada saat pandemi Covid-19, dilakukannya sistem lock down pada banyak negara tidak terkecuali di Indonesia. Pembatasan ruang gerak, transaksi serta perjalanan bisnis maupun wisata pun dilakukan guna mengurangi meluasnya virus Covid-19 yang berkepanjangan dalam rentang waktu tahun 2020 hingga 2022.
Penurunan jumlah penumpang terjadi pada setiap bandara di Indonesia dalam tahun 2020 hingga 2022 awal. Dampaknya PHK malasal menggeliat di sejumlah jajaran perusahaan penerbangan seperti Garuda Indonesia Group, Lion Group, Sriwijaya Air group serta beberapa maskapai lainnya. Hal ini diambil sebagai langkah perusahaan untuk melakukan efisiensi, menekan biaya operasional selama masa terpuruk agar perusahaan dapat terus beroperasi selama pandemi Covid-19 yang tidak ada seorangpun bisa memastikan kapan pandemi akan mereda.
Artikel ini akan membahas bagaimana dampak yang terjadi dengan industri penerbangan di indonesia selama Covid-19 hingga saat ini serta bagaimana penerbangan indonesia bisa bangkit dari masa keterpurukannya.
B. Dampak Pandemi Covid-19 Pada Industri Penerbangan Indonesia
Penurunan keberangkatan penumpang domestik pada tahun 2020-2021.
Berdasarkan laporan PT. Angkasa Pura I dan II selaku operator bandara di indonesia, telah terjadi penurunan jumlah penumpang sekitar 3.000.000 dalam rentang waktu tahun 2020 hingga 2021. Hal ini terjadi dikarenakan adanya sistem lockdown di beberapa daerah di Indonesia. Persyaratan yang cukup ketat untuk penumpang yang akan menggunakan transportasi udara dengan memiliki surat vaksinasi menjadi faktor penunjang turunnya jumlah penumpang. Tidak hanya itu, dalam 1 pesawat diterapkan pula social distancing yang menyebabkan okupansi menjadi lebih sedikit dan melonjaknya harga tiket pesawat kala itu.
Sepanjang tahun 2020 Garuda Indonesia mengumumkan mengalami kerugian sebesar 35 triliun rupiah dan beban hutang mencapai 134 triliun rupiah. Pada tahun 2021 maskapai plat merah tersebut mengumumkan kembali kerugian sebesar 13 triliun rupiah, lebih sedikit 20 triliun dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu Lion Group merumahkan 35% dari total karyawannya sekitar 2300 karyawan.
Lion Group juga hanya mengorepasikan 10% slot penerbangan dari yang sebeumnya 1400 perjalanan setiap harinya. Walaupun pada saat pandemi Covid19 melanda tidak ada maskapai di Indonesia yang mengalami kebangkrutan, namun mereka mengalami masalah keuangan yang amat pahit. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Nur Isnin Istiartono mengatakan hanya ada 55% pesawat yang beroperasi dari keseluruhan maskapai pada tahun 2020 hingga 2021.
Sementara itu Air Asia Indonesia menutup seluruh rute penerbangan domestik dan internasionalnya pada Mei 2020. Langkah ini diambil Air Asia Indonesia demi memutus rantai Covid19 di Indonesia dan melemahnya daya beli tiket pesawat akibat lumpuhnya sektor pariwisata di Indonesia. Garuda Indonesia group memilih untuk menyimpan sebagian besar armadanya di PT. GMF Aero Asia selaku anak perusahaannya. Untuk Lion Group memilih memarkirkan armadanya sebagian besar di PT. BAT (Batam Aero Technic) anak perusahaan dari Lion Group dan beberapa armadanya berada di Bandara Internasional Kertajati Jawa Barat.
C. Proses Pemulihan
Pahun 2022 adalah babak baru dari dunia penerbangan, dimana pemerintah mulai melonggarkan peraturan untuk masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke wilayah tertentu. 23 April 2022 melalui pernyataan presiden Indonesia kala itu bapak Joko Widodo, bahwa masyarakat diperbolehkan melakukan perjalanan mudik 2022 dengan syarat sudah 2 kali vaksin dan ditambah 1 kali vaksin booster. Selain itu Jokowi juga menambahkan, setiap masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan ketat seperti social distancing dan memakai masker. Peraturan tersebut berlaku untuk seluruh moda transportasi, tidak terkecuali penerbangan. Disetiap bandara sudah disiapkan beberapa petugas untuk mengarahkan penumpang selalu menjaga jarak dan menggunakan masker.
Para pelaku pariwisata juga mulai membuka operasionalnya, sebagai contoh pada wisata alam pulau nusa penida, beberapa wisata pantai di kulon progo dan beberapa tempat wisata di kepulauan seribu. Hal ini membuat antusiasme masyarakat meningkat dan membuat beberapa maskapai mulai mengoptimalkan ke rute rute wisata tersebut.
Selama bulan Januari hingga November 2023, jumlah penumpang angkutan udara domestik sebanyak
57,0 juta orang atau naik 20,66 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2022 yang hanya sebanyak 47,3 juta orang. Jumlah penumpang terbesar tercatat di Soekarno
Hatta-Tangerang yang mencapai 16,8 juta orang atau sebesar 29,50 persen dari keseluruhan
penumpang domestik, diikuti Juanda-Surabaya sebanyak 4,8 juta orang atau sebesar 8,33
persen dari keseluruhan penumpang domestik.
Pada awal tahun 2023, Kementrian pariwisata melalui pernyataan Sandiaga Uno selaku menteri KemenPar saat itu bahwa akan melakukan diskon harga tiket pesawat pada lebaran tahun 2023, guna meningkatkan penjualan dan pemulihan kesehatan perusahaan setiap maskapai. Sebagai contoh, maskapai Citilink dengan rute Jakarta (Soekarno Hatta) ke Surabaya Juanda dibuka dengan harga Rp 834.281. Sementara itu Lion Air dengan rute yang sama dibuka dengan rentang harga Rp 729.600 – Rp 785.100.
Maret 2024 terlahir maskapai baru setelah era pandemi yaitu BBN Indonesia, yang sudah lebih dahulu melayani penerbangan cargo pada awal tahun 2023. namun sayangnya pada tanggal 28 Febuari 2025 BBN Indonesia menghentikan semua rute penumpang terjadwal dikarenakan okupansi yang tidak sampai 60% pada setiap jadwal penerbangannya. BBN Indonesia sediri lahir sebagai maskapai layanan full service sama seperti halnya Garuda Indonesia dan Batik Air Indonesia, sehingga memiliki harga tiket yang cukup mahal dikala gempuran maskapai LCC (Low Cost) di indonesia.
Pada Maret 2025 pemerintah melalui memberikan diskon terhadap fasilitas pengurangan PPN dan disertai langkah-langkah pengurangan beban avtur dan biaya lainnya, agar masyarakat dapat menikmati keringanan penurunan harga tiket pesawat ekonomi domestik sebesar 13%-14%. Bulan Juli 2025 ini Susi Air maskapai dari mantan menteri kelautan dan perikanan indonesia membuka 3 rute baru ( Bandung - Yogyakarta, Yogyakarta - Karimun Jawa dan Semarang - Karimun Jawa) dengan menggunakan armada Cessna Grand Caravan.
Sementara itu di bulan yang sama lahir sebuah maskapai lokal baru yaitu Fly Jaya yang diperkuat dengan armada ATR 72 dengan rute Jakarta - Yogyakarta. Dengan dibukanya maskapai baru ini terbukti bahwa dunia pariwisata di Indonesia sudah mulai bangkit, tidak hanya menarik wisatawan domestik namun banyak juga dengan wisatawan internasional.
Dalam membangun dan penataan kembali struktur dan sistem suatu bisnis penerbangan tidaklah mudah. Setelah mengalami sebuah badai pandemi, tentunya perlu adanyanya regulasi baru untuk masa penyesuaian baru seperti calon penumpang yang harus dan wajib sudah tervaksinasi, keadaan kabin pesawat yang lebih steril dari virus dan bakteri, pengembalian konfigurasi tempat duduk di dalam pesawat, serta pelayanan lainnya baik dari maskapai maupun bandara sebagai penunjang penerbangan. Selain itu sektor pariwisata juga sangat berpengaruh dalam minat wisatawan dalam menggunakan moda transportasi udara sebagai penunjang perjalanannya.
Pemerintah telah melakukan berbagai tindakan seperti membantu para pelaku bisnis pariwisata dalam penataan kembali wilayan di beberapa tempat seperti pantai kuta di Bali, pulau karimunjawa dan sebagainya. Tidak hanya itu, pemerintah dibawah kementrian pariwisata dan kementrian keuangan, berkolaborasi dalam pemberian diskon dan penerapan tarif atas dan bawah tiket pesawat terbang. Dengan begitu diharapkan menambah minat wisatawan asing maupun domestik untuk kembali menggunakan moda transportasi udara.
Sementara itu PT. Angkasa Pura I dan II saat ini sedang melakukan beberapa revitalisasi dan penyempurnaan di beberapa bandara sebagai penunjang perjalanan pesawat. Sebagai contoh, saat ini bandara internasional Soekarno-Hatta tengah menyelesaikan penyegaran pada terminal 1B. Hal ini ditandakan dengan pemindahan konter, dan boarding gate maskapai Citilink ke terminal 1B. Lalu terminal 2F bandara Soekarno-hatta pada awal 2025 ini sudah selesai 100% dan melakukan operasionalnya kembali dan saat ini dikhususkan untuk penerbangan Haji dan Umrah Indonesia.
Tidak dapat dipungkiri, pandemi Covid 19 membuat semua maskapai penerbangan di Indonesia mengalami kerugian financial, tidak terkecuali dengan Garuda Indonesia. Diawal quartal 1 tahun 2025 mencatat, PT. Garuda Indonesia Tbk sudah mengalami kerugian bersih sebesar Rp 1,25 triliun rupiah. Jumlah ini tentu cukup besar untuk mengawali tahun 2025. PT. BPI Danantara memberikan kucuran dana investasi kepada Garuda Indonesia sebesar Rp 6,65 Triliun. Hal ini memberikan angin segar terhadap maskapai plat merah tersebut. Setelah menerima dana tersebut, saat ini Garuda Indonesia tengah mengkaji untuk pembelian armada baru (bukan sewa kepada lessor) langsung ke Boeing. Pilihannya saat ini pada Boeing 737 Max 8 dan Boeing 787. Tentunya tetap harus disesuaikan dengan kapasitas bandara di indonesia agar tetap bisa melayani ke beberapa destinasi ke beberapa bandara di Indonesia.
E. Kesimpulan
Pandemi Covid 19 memang menyebabkan dunia penerbangan sangat terpuruk. Pada kehidupan new era ini, setiap pemangku bisnis penerbangan dan pemerintah harus tetap berkolaborasi secara harmonis dan bersinergi untuk membangun kembali dan bangkit dari keterpurukan. Adanya peran pemerintah dalam membantu sektor pariwisata menjadi bukti nyata saat ini di tahun 2025 secara perlahan tapi pasti, dunia penerbangan di Indonesia sudah mulai bangkit. Terbukti dengan meningkatnya jumlah penerbangan dalam setiap harinya dan lahirnya beberapa maskapai baru serta rute penerbangan terjadwal baru juga. Pembenahan dan penyesuaian penunjang penerbangan seperti bandara dan transportasi penghubung bandara juga terus dilakukan guna kebangkitan yang sempurna.




