Translate

Sabtu, 19 Juli 2025

PERTUMBUHAN DUNIA PENERBANGAN INDONESIA DI ERA PRE-COVID 19

PERTUMBUHAN DUNIA PENERBANGAN 

INDONESIA DI ERA PRE-COVID 19


A. Pendahuluan
  Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia telah menyabkan dampak yang sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi, kesehatan dunia maupun gelatan bisnis. Salah satu bisnis yang terdampak cukup parah yaitu layanan transportasi udara. Hal ini terjadi dikarenakan pada saat pandemi Covid-19, dilakukannya sistem lock down pada banyak negara tidak terkecuali di Indonesia. Pembatasan ruang gerak, transaksi serta perjalanan bisnis maupun wisata pun dilakukan guna mengurangi meluasnya virus Covid-19 yang berkepanjangan dalam rentang waktu tahun 2020 hingga 2022. 

    Penurunan jumlah penumpang terjadi pada setiap bandara di Indonesia dalam tahun 2020 hingga 2022 awal. Dampaknya PHK malasal menggeliat di sejumlah jajaran perusahaan penerbangan seperti Garuda Indonesia Group, Lion Group, Sriwijaya Air group serta beberapa maskapai lainnya. Hal ini diambil sebagai langkah perusahaan untuk melakukan efisiensi, menekan biaya operasional selama masa terpuruk agar perusahaan dapat terus beroperasi selama pandemi Covid-19 yang tidak ada seorangpun bisa memastikan kapan pandemi akan mereda.

    Artikel ini akan membahas bagaimana dampak yang terjadi dengan industri penerbangan di indonesia selama Covid-19 hingga saat ini serta bagaimana penerbangan indonesia bisa bangkit dari masa keterpurukannya.

B. Dampak Pandemi Covid-19 Pada Industri Penerbangan Indonesia
    Penurunan keberangkatan penumpang domestik pada tahun 2020-2021.
        



            Berdasarkan laporan PT. Angkasa Pura I dan II selaku operator bandara di indonesia, telah terjadi penurunan jumlah penumpang sekitar 3.000.000 dalam rentang waktu tahun 2020 hingga 2021. Hal ini terjadi dikarenakan adanya sistem lockdown di beberapa daerah di Indonesia. Persyaratan yang cukup ketat untuk penumpang yang akan menggunakan transportasi udara dengan memiliki surat vaksinasi menjadi faktor penunjang turunnya jumlah penumpang. Tidak hanya itu, dalam 1 pesawat diterapkan pula social distancing yang menyebabkan okupansi menjadi lebih sedikit dan melonjaknya harga tiket pesawat kala itu.

           Sepanjang tahun 2020 Garuda Indonesia mengumumkan mengalami kerugian sebesar 35 triliun rupiah dan beban hutang mencapai 134 triliun rupiah. Pada tahun 2021 maskapai plat merah tersebut mengumumkan kembali kerugian sebesar 13 triliun rupiah, lebih sedikit 20 triliun dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu Lion Group merumahkan 35% dari total karyawannya sekitar 2300 karyawan.

            Lion Group juga hanya mengorepasikan 10% slot penerbangan dari yang sebeumnya 1400 perjalanan setiap harinya. Walaupun pada saat pandemi Covid19 melanda tidak ada maskapai di Indonesia yang mengalami kebangkrutan, namun mereka mengalami masalah keuangan yang amat pahit. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Nur Isnin Istiartono mengatakan hanya ada 55% pesawat yang beroperasi dari keseluruhan maskapai pada tahun 2020 hingga 2021.
  
         Sementara itu Air Asia Indonesia menutup seluruh rute penerbangan domestik dan internasionalnya pada Mei 2020. Langkah ini diambil Air Asia Indonesia demi memutus rantai Covid19 di Indonesia dan melemahnya daya beli tiket pesawat akibat lumpuhnya sektor pariwisata di Indonesia. Garuda Indonesia group memilih untuk menyimpan sebagian besar armadanya di PT. GMF Aero Asia selaku anak perusahaannya. Untuk Lion Group memilih memarkirkan armadanya sebagian besar di PT. BAT (Batam Aero Technic) anak perusahaan dari Lion Group dan beberapa armadanya berada di Bandara Internasional Kertajati Jawa Barat.


C. Proses Pemulihan

  Pahun 2022 adalah babak baru dari dunia penerbangan, dimana pemerintah mulai melonggarkan peraturan untuk masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke wilayah tertentu. 23 April 2022 melalui pernyataan presiden Indonesia kala itu bapak Joko Widodo, bahwa masyarakat diperbolehkan melakukan perjalanan mudik 2022 dengan syarat sudah 2 kali vaksin dan ditambah 1 kali vaksin booster. Selain itu Jokowi juga menambahkan, setiap masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan ketat seperti social distancing dan memakai masker. Peraturan tersebut berlaku untuk seluruh moda transportasi, tidak terkecuali penerbangan. Disetiap bandara sudah disiapkan beberapa petugas untuk mengarahkan penumpang selalu menjaga jarak dan menggunakan masker.

     Para pelaku pariwisata juga mulai membuka operasionalnya, sebagai contoh pada wisata alam pulau nusa penida, beberapa wisata pantai di kulon progo dan beberapa tempat wisata di kepulauan seribu. Hal ini membuat antusiasme masyarakat meningkat dan membuat beberapa maskapai mulai mengoptimalkan ke rute rute wisata tersebut. 


    Selama bulan Januari hingga November 2023, jumlah penumpang angkutan udara domestik sebanyak 57,0 juta orang atau naik 20,66 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2022 yang hanya sebanyak 47,3 juta orang. Jumlah penumpang terbesar tercatat di Soekarno Hatta-Tangerang yang mencapai 16,8 juta orang atau sebesar 29,50 persen dari keseluruhan penumpang domestik, diikuti Juanda-Surabaya sebanyak 4,8 juta orang atau sebesar 8,33 persen dari keseluruhan penumpang domestik.


        Pada awal tahun 2023, Kementrian pariwisata melalui pernyataan Sandiaga Uno selaku menteri KemenPar saat itu bahwa akan melakukan diskon harga tiket pesawat pada lebaran tahun 2023, guna meningkatkan penjualan dan pemulihan kesehatan perusahaan setiap maskapai. Sebagai contoh, maskapai Citilink dengan rute Jakarta (Soekarno Hatta) ke Surabaya Juanda dibuka dengan harga Rp 834.281. Sementara itu Lion Air dengan rute yang sama dibuka dengan rentang harga Rp 729.600 – Rp 785.100.

       Maret 2024 terlahir maskapai baru setelah era pandemi yaitu BBN Indonesia, yang sudah lebih dahulu melayani penerbangan cargo pada awal tahun 2023. namun sayangnya pada tanggal 28 Febuari 2025 BBN Indonesia menghentikan semua rute penumpang terjadwal dikarenakan okupansi yang tidak sampai 60% pada setiap jadwal penerbangannya. BBN Indonesia sediri lahir sebagai maskapai layanan full service sama seperti halnya Garuda Indonesia dan Batik Air Indonesia, sehingga memiliki harga tiket yang cukup mahal dikala gempuran maskapai LCC (Low Cost) di indonesia.

        Pada Maret 2025 pemerintah melalui memberikan diskon terhadap fasilitas pengurangan PPN dan disertai langkah-langkah pengurangan beban avtur dan biaya lainnya, agar masyarakat dapat menikmati keringanan penurunan harga tiket pesawat ekonomi domestik sebesar 13%-14%. Bulan Juli 2025 ini Susi Air maskapai dari mantan menteri kelautan dan perikanan indonesia membuka 3 rute baru ( Bandung - Yogyakarta, Yogyakarta - Karimun Jawa dan Semarang - Karimun Jawa) dengan menggunakan armada Cessna Grand Caravan.



        Sementara itu di bulan yang sama lahir sebuah maskapai lokal baru yaitu Fly Jaya yang diperkuat dengan armada ATR 72 dengan rute Jakarta - Yogyakarta. Dengan dibukanya maskapai baru ini terbukti bahwa dunia pariwisata di Indonesia sudah mulai bangkit, tidak hanya menarik wisatawan domestik namun banyak juga dengan wisatawan internasional.


D. Tantangan dan Hambatan di Era Pre-Covid 19

    Dalam membangun dan penataan kembali struktur dan sistem suatu bisnis penerbangan tidaklah mudah. Setelah mengalami sebuah badai pandemi, tentunya perlu adanyanya regulasi baru untuk masa penyesuaian baru seperti calon penumpang yang harus dan wajib sudah tervaksinasi, keadaan kabin pesawat yang lebih steril dari virus dan bakteri, pengembalian konfigurasi tempat duduk di dalam pesawat, serta pelayanan lainnya baik dari maskapai maupun bandara sebagai penunjang penerbangan. Selain itu sektor pariwisata juga sangat berpengaruh dalam minat wisatawan dalam menggunakan moda transportasi udara sebagai penunjang perjalanannya.

   Pemerintah telah melakukan berbagai tindakan seperti membantu para pelaku bisnis pariwisata dalam penataan kembali wilayan di beberapa tempat seperti pantai kuta di Bali, pulau karimunjawa dan sebagainya. Tidak hanya itu, pemerintah dibawah kementrian pariwisata dan kementrian keuangan, berkolaborasi dalam pemberian diskon dan penerapan tarif atas dan bawah tiket pesawat terbang. Dengan begitu diharapkan menambah minat wisatawan asing maupun domestik untuk kembali menggunakan moda transportasi udara.

     Sementara itu PT. Angkasa Pura I dan II saat ini sedang melakukan beberapa revitalisasi dan penyempurnaan di beberapa bandara sebagai penunjang perjalanan pesawat. Sebagai contoh, saat ini bandara internasional Soekarno-Hatta tengah menyelesaikan penyegaran pada terminal 1B. Hal ini ditandakan dengan pemindahan konter, dan boarding gate maskapai Citilink ke terminal 1B. Lalu terminal 2F bandara Soekarno-hatta pada awal 2025 ini sudah selesai 100% dan melakukan operasionalnya kembali dan saat ini dikhususkan untuk penerbangan Haji dan Umrah Indonesia.

    Tidak dapat dipungkiri, pandemi Covid 19 membuat semua maskapai penerbangan di Indonesia mengalami kerugian financial, tidak terkecuali dengan Garuda Indonesia. Diawal quartal 1 tahun 2025 mencatat, PT. Garuda Indonesia Tbk sudah mengalami kerugian bersih sebesar Rp 1,25 triliun rupiah. Jumlah ini tentu cukup besar untuk mengawali tahun 2025. PT. BPI Danantara memberikan kucuran dana investasi kepada Garuda Indonesia sebesar Rp 6,65 Triliun. Hal ini memberikan angin segar terhadap maskapai plat merah tersebut. Setelah menerima dana tersebut, saat ini Garuda Indonesia tengah mengkaji untuk pembelian armada baru (bukan sewa kepada lessor) langsung ke Boeing. Pilihannya saat ini pada Boeing 737 Max 8 dan Boeing 787. Tentunya tetap harus disesuaikan dengan kapasitas bandara di indonesia agar tetap bisa melayani ke beberapa destinasi ke beberapa bandara di Indonesia.

E. Kesimpulan
   Pandemi Covid 19 memang menyebabkan dunia penerbangan sangat terpuruk. Pada kehidupan new era ini, setiap pemangku bisnis penerbangan dan pemerintah harus tetap berkolaborasi secara harmonis dan bersinergi untuk membangun kembali dan bangkit dari keterpurukan. Adanya peran pemerintah dalam membantu sektor pariwisata menjadi bukti nyata saat ini di tahun 2025 secara perlahan tapi pasti, dunia penerbangan di Indonesia sudah mulai bangkit. Terbukti dengan meningkatnya jumlah penerbangan dalam setiap harinya dan lahirnya beberapa maskapai baru serta rute penerbangan terjadwal baru juga. Pembenahan dan penyesuaian penunjang penerbangan seperti bandara dan transportasi penghubung bandara juga terus dilakukan guna kebangkitan yang sempurna.



Selasa, 04 April 2017

Engine Operation CFM56-5B



ENGINE OPERATION

Engine operation merupakan siklus kerja atau cara kerja engine yang merupakan tahapan-tahapan proses kerja engine tersebut, Engine CFM56-5B ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:

·         Karakteristik Engine


ü  Jenis Engine            : Turbo Fan Engine 2 poros (Two Spools)
ü  Panjang                     : 2599,7 mm
ü  Diameter                    : 2105 mm
ü  Berat Keseluruhan  :2500,6 kg

·         Engine Peformance
ü  Thrust                         : 21600 lbf
ü  By pass ratio             : 6.0
ü  Pressure Ratio         : 32.6

·         Berikut ini adalah cara kerja engine :

Mesin ini umumnya terdiri dari sebuah fan internal dengan sebuah turbojet kecil yang terpasang dibelakangnya untuk menggerakkan kipas tersebut. Aliran udara yang masuk melalui kipas ini melewati turbojet, di mana sebagian kecil udara itu dibakar untuk menghidupi kipas, dan sisa udara digunakan untuk menghasilkan dorongan.

Prinsip kerja turbofan adalah airflow(udara) masuk kedalam blade (low pressure compresor) atau kita sebut LPC dan LPC pada turbofan ini berupa FAN yang menghisap udara masuk kedalam engine dan LPC ini memiliki porosnya sendiri yang tersambung pada turbin LPTlalu tahap selanjutnya udara dikompres kembali oleh blade yang lebih kecil ukurannya (intermediate pressure compresor) atau kita sebut dengan (IPC) yang juga memiliki porosnya sendiri yang terhubung juga dengan (IPT) dan lalu udara dikompres kembali oleh blade yang lebih kecil ukurannya (high pressure compresor) atau kita sebut HPC yang juga memiliki porosnya sendiri lalu udara masuk ke ruang pembakaran (combustion chamber) dan diberi ignition sampai suhu atau temperatur tinggi baru lah disemprot oleh fuel.

Karena terjadi pembakaran maka berubahlah energi kimia menjadi energi dorong. Energi dorong yang dihasilkan ini mendorong high pressure turbin (HPT) yang terhubung langsung dengan HPC sehingga HPC dapat berputar kembali. Energi dorong tersebut juga mendorong intermediate pressure turbin (IPT) yang terhubung langsung dengan IPC,Energi dorong tersebut juga mendorong Low pressure turbin (LPT) yang terhubung langsung dengan LPC Dan sisa nya merupakan tenaga dorong pesawat.

Engine ini memiliki 2 poros sehingga setiap tahapnya memiliki porosnya sendiri yang bertujuan untuk:

- setiap bladenya bisa mencapai efektifitas putaranya masing-masing
- sehingga memiliki respon daya yang cepat sehingga compresi pun bisa lebih efektif

Jadi prinsip kerja turbofan dapat disederhanakan sebagai berikut :
Berbeda dengan motor bakar yang mempunyai 4step (langkah) atau 2step (langkah) pembakaran. Turbofan melakukan beberapa step tapi dalam 1 waktu. Dan perbedaan dengan motor bakar adalah jika dalam motor bakar ruang pembakaran (combustion chamber) sudah di isi oleh campuran (mix) air dan fuel baru diberi ignition (pengapian) sehingga terjadi pembakaran. Kalau di Turbofan ini,combustion chamber hanya di isi udara bertekanan tinggi saja. Karena tekanan tinggi maka temperatur tinggi dan diberi ignition,baru di semprotkan fuel sehingga terjadi pembakaran.

Untuk gaya dorong (thrust) pesawat yang dihasilkan oleh pembakaran,sebenarnya hanya 15%-25% saja. Gaya dorong pesawat yang terbesar justru pada kipas (blade) atau LPC sebesar 75-85% yang digerak oleh LPT (seperti dijelaskan di atas). Karena itu Fan/blade/LPT dibungkus oleh casting,sehingga aliran udara (airflow) lebih terpusat mengalir kebelakang. Itulah alasan mengapa Turbofan lebih hemat bahan bakar dibanding dengan jenis lainnya. Dan pada saat engine berada kondisi HIGH SPEED,turbofan hanya membutuhkan sedikit penambahan throttle untuk dapat menghasilkan thrust yang besar.

Mesin Turbofan adalah mesin yang umum dari turunan mesin-mesin turbin gas untuk menggerakkan pesawat terbang baik komersial maupun pesawat tempur. Mesin ini sebenarnya adalah sebuah mesin by-pass di mana sebagian dari udara dipadatkan dan disalurkan ke ruang pembakaran, sementara sisanya dengan kepadatan rendah disalurkan sekeliling bagian luar ruang pembakaran. Sekaligus udara tersebut berfungsi untuk mendinginkan suhu ruang pembakaran.

Udara yang di by-pass ini ada yang dicampur dengan udara panas pembakaran pada turbin bagian belakang seperti pada mesin Rolls-Royce Spey yang digunakan pada pesawat Fokker F-28. Ada pula yang disalurkan dengan pipa-pipa halus ke atmosfer. Mesin yang menggunakan type ini contohnya adalah mesin RB211 yang digunakan pada pesawat Boeing B 747 dan GE CF6-80C2 yang digunakan pada pesawat DC-10 serta P &W JT 9D.

Beberapa mesin yang menggunakan jenis mesin turbofan adalah Rolls-Royce Tay pada pesawat Fokker F-100 (yang dijuluki mesin fanjet), mesin Adour Mk871 yang digunakan pada pesawat tempur type Hawk Mk 100 dan Hawk Mk 200, pesawat tempur Jaguar dan Mitsubishi F-1 yang digunakan AU Jepang.

Kemudian mesin high by-pass turbofan yang diterapkan pada mesin CFM56-5C2 yang dipakai oleh pesawat Airbus A340 dan mesin CFM56-3 yang dipakai pada Boeing B-737 serie 300, 400 dan 500 yang merupakan produk bersama antara GE dengan SNECMA dari Perancis.

Pada pesawat militer, mesin turbofan yang diterapkan antara lain adalah mesin TF39-1C yang dipakai pada pesawat angkut raksasa C-5 Galaxy, kemudian GE F110 yang dipakai pada F-16, GE F118 yang bertype non-augmented turbofan yang diterapkan pada pesawat pembom stealth Northrop-Grumman B-2 dan pembom B-1 dengan mesin non augmented turbofan GE F101.
animasi blog
EVE - Wall-E /* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://ani.cursors-4u.net/toons/too-12/too1138.cur), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */ ]]>

Engine APU(Auxialary Power Unit) Boeing 737 NG



ENGINE APU(AUXILIARY POWER UNIT)

Introduction
Auxiliary Power Unit (APU) yaitu termasuk dari gas turbine engine yang dipasang di dalam komponen tahan api yang terletak di bagian ekor pesawat (empennage section). APU mensuplai tekanan udara untuk engine starting atau air conditioning.

APU Location


      

                                              Gambar1.1 APU Location


APU Operation
APU starts dan beroperasi hingga ketinggian maksimal sebuah pesawat sesuai yang telah ditentukan. APU mensuplai tekanan udara untuk kedua air conditioning packs di ground dan satu pack pada saat flight. Kedua transfer busses dapat digunakan di ground atau dalam penerbangan.

APU Fuel Supply
Fuel yang dipakai untuk memulai dan menjalankan APU berasal dari sisi kiri fuel manifold
ketika AC pump beroperasi. Sebuah DC yang dioperasikan APU fuel bost pump
dipasang untuk memastikan tekanan bahan bakar ke APU fuel control unit. Selama APU
start dan beroperasi, pompa beroperasi secara otomatis ketika APU fuel control unit mendeteksi tekanan bahan bakar menurun(rendah). pompa menutup secara otomatis ketika AC fuel pump memberi tekanan udara ke fuel manifold. Jika AC dan DC fuel pump tidak
bekerja (beroperasi), fuel akan memilih untuk menggunakan dari tanki No 1. Selam APU beroperasi, fuel secara otomatis akan dipanaskan untuk mencegah icing(pembekuan).

APU Engine and Cooling Air
Aliran udara engine APU ke APU inlet door udara masuk ,dioperasikan secara otomatis
terletak di sisi kanan fuselage. APU exhaust gases akan dibuang keluar melalui exhaust muffler. Udara untuk pendinginan APU masuk melalui inlet pendingin udara di atas exhaust APU bagian luar. Udara ini bersirkulasi melalui kompartemen APU, melewati oil cooler dan ventilasi melalui bagian luar exhaust.

Electrical Requirements for APU Operation
Pengoperasian APU memerlukan seperti berikut ini:
·         - APU fire switch on the overheat/fire panel must be IN
·         - APU fire control handle on the APU ground control panel must be IN
·         - Battery switch must be ON.

Daya listrik untuk mengoperasikan APU berasal dari No1 transfer bus atau baterai pesawat. Dengan kekuatan AC yang tersedia, pertama generator menggunakan listrik AC untuk memulai/menyalakan APU. Dengan daya(power) AC, starter generator menggunakan baterai
power untuk memulai/menyalakan APU. Pindahkan baterai switch ke posisi OFF di ground atau di udara secara otomatis akan mematikan APU karena kehilangan daya ke electronic control unit.

APU Start
Pada saat automatic start pertama dimulai dengan pindahkan APU switch sebentar untuk START. Ini memulai pembukaan air inlet door. Ketika APU inlet door sudah dalam posisi terbuka penuh urutan start dimulai. Setelah APU mencapai kecepatan yang tepat/sesuai ketentuan, pengapian dan bahan bakar akan disiapkan. Ketika APU siap untuk menerima tekanan udara atau beban listrik  APU GEN OFF BUS lampunya menyala.
·         
            Catatan: Ketika APU ini mulai menggunakan tenaga baterai saja, tidak ada indikasi pada electrical metering panel serta generator APU telah siap pada posisinya dan siap untuk dipilih. Kedua frekuensi dan tegangan akan terbaca nol sampai generator APU ditempatkan pada garis/tempatnya.
·        
            Catatan: Selama siklus awa APU, indikasi APU EGT dapat berbeda beda dari
0º ke 1100º C sebelum EGT yang normal naik dan cahaya/lampu LOW OIL PRESSURE dapat berganti ganti off/on beberapa kali. Indikasi ini tidaklah merugikan pada efek saat start APU. Hal ini tidak perlu untuk selalu di memantau EGT selama start.

Jika APU tidak mencapai kecepatan yang tepat dengan tingkat percepatan yang tepat dalam
batas waktu saat starter, siklus awal secara otomatis berakhir. Awal siklus mungkin memakan waktu selama 120 detik. shutdown otomatis terjadi dalam peristiwa EGT sudah terlampaui. Jika awal gagal atau BUS APU GEN OFF cahaya fail dan akan menyala pada akhir proses siklus awal, kegagalan system akan terjadi dan lampu FAULT akan menyala terang.

Mengoperasikan APU selama satu menit penuh sebelum menggunakannya sebagai sumber tekanan udara. Satu menit untuk stabilisasi dianjurkan untuk memperpanjang usia kinerja APU.

APU Shutdown
Mengoperasikan APU selama satu menit penuh tanpa beban tekanan udara sebelum di shutdown. Proses pendinginan ini dianjurkan untuk memperpanjang usia kinerja APU. Ketika
saklar APU dipindahkan ke OFF, waktu tunda ini terpenuhi secara otomatis.Memindahkan saklar APU ke OFF perjalanan/proses generator APU, menutup APU air bleed valve dan memadamkan cahaya lampu APU GEN OFF BUS. Shutdown terjadi secara otomatis setelah 60 detik. Ketika kecepatan APU cukup menurun selama shutdown, fuel valve dan inlet door menutup. Jika fuel valve tidak menutup, lampu FAULT akan menyala sekitar 30 detik. Cara shutdown yang cepat dapat dilakukan dengan menarik APU fire switch.

APU Overhead Panel


                                                Gambar1.2 APU overhead panel

11.    APU Maintenance (MAINT) Light
Illuminated (blue) – APU maintenance problem exists: 
• APU may be operated 
• Light is disarmed when APU switch is in OFF.
22.    APU Exhaust Gas Temperature (EGT) Indicator
Displays APU EGT 
EGT indicator remains powered for 5 minutes after shutdown.
33.    APU OVERSPEED Light
Illuminated (amber)
• APU RPM limit has been exceeded resulting in an automatic shutdown 
• Overspeed shutdown protection feature has failed a self–test during a normal APU shutdown 
• If light is illuminated when APU switch is placed to OFF, light extinguishes after 5 minutes 
• Light is disarmed when the APU switch is in OFF position.
44.    APU FAULT Light
Illuminated (amber)
• A malfunction exists causing APU to initiate an automatic shutdown
• If light is illuminated when APU switch is placed to OFF, light extinguishes after 5 minutes
• Light is disarmed when APU switch is in OFF position.
55.    APU LOW OIL PRESSURE Light
Illuminated (amber)
• During start until the APU oil pressure is normal
• Oil pressure is low causing an automatic shutdown (after start cycle is complete)
• If light is illuminated when APU switch is placed to OFF, light extinguishes after 5 minutes
• Light is disarmed when APU switch is in OFF position.
66.    APU Switch
OFF – normal position when APU is not running
• positioning switch to OFF with APU running trips APU generator off the bus(es), if connected, and closes APU bleed air valve. APU continues to run for a 60 second cooling period. 
• APU air inlet door automatically closes after shutdown. ON – normal position when APU is running. START (momentary) – positioning APU switch from OFF to START and releasing it to ON, initiates an automatic start sequence.







animasi blog
EVE - Wall-E /* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://ani.cursors-4u.net/toons/too-12/too1138.cur), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */ ]]>

Engine Control Airbus A319/A320 CFM56-5A

Engine Control THROTTLE CONTROL SYSTEM Umum Sistem kontrol throttle terdiri dari: - The throttle control leveler - The thro...

Populer